Urun Rembuk Media Membangun Destinasi Wisata Halal di Banten

0
27

KANALBANTEN.ID, CILEGON – Urun rembuk media bertajuk “Membangun Destinasi Wisata Halal Provinsi Banten” digelar di Journalist Boarding Scholl (JBS), Kota Cilegon pada Sabtu, 3 April 2021.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, M. Agus Setiawan, Ketua Harian PHRI Banten, Ashok Kumar, Ketua SMSI Banten, Lesman Bangun, Ketua PWI Banten Rian Nopandra serta perwakilan SPS dan PRSSNI Banten. Bertindak sebagai moderator, Ahmad Fauzi Chan.

Diawal diskusi Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus yang tampil sebagai keynote speaker mengatakan, pemerintah perlu membuka ruang kanalisasi tentang wisata halal, apa itu wisata halal. Perlu ada kesamaan persepsi.

“Tidak semua destinasi wisata di Banten dapat dilabeli wisata halal. Jadi intinya bagaimana menampung aspirasi masyarakat dan mempertemukan dengan keinginan pemerintah,” ujar Firdaus.

Ditempat yang sama, Ketua Harian PHRI Banten, Ashok Kumar menerangkan, dalam GMTI terdapat empat kriteria atau parameter dari standar GMTI, yakni access (10%), communication (10%), environment (40%), dan services (40%), kemudian merumuskan standar kerja pengembangan wisata halal.

“Sebenarnya Banten sudah punya Banten Lama sebagai icon wisata halal dan ini merupakan keberhasilan Pemprov Banten. Bicara teknis dengan potensi yang dimiliki adalah bagaimana mendorong sertifikasi prodak halal baru kemudian sertifikat SDM/pekerjanya,” tandas GS. Ashok Kumar.

Ditempat yang sama, Ketua SMSI Banten, Lesman Bangun menegaskan bahwa SMSI Banten siap bersinergi dan mendukung program destinasi wisata halal di banten.

“Jadi harus ada program lanjutan dari urun rembuk hari ini. Bagaimana output atau goal yang ingin dicapai,” tandas Lesman Bangun.

Terakhir dalam paparannya, Kadis Pariwisata Banten, M. Agus Setiawan menjelaskan, dari hasil survei di lapangan, pihaknya kini tengah mendorong agar para pelaku wisata di Banten dapat segera mengurus sertifikasi halal.

“Itu yang kita butuh saat ini. Bagaimana teman-teman di sektor pariwisata dapat segera mengurus sertifikasi halal dan ramah muslim. Bagaimana juga nanti ada guide yang pandai berbahasa arab. Lalu ponpes pun dapat dioptimalkan sebagai wisata religi tinggal bagaimana konsepnya saja,” ucap M. Agus Setiawan.[Ars]