Sempat Dilarang Polisi, Masyarakat di Pandeglang  Tetap Laksanakan Pawai Obor Saat Malam Takbir

0
14

Kanalbanten.id/news, Pandeglang – Sejumlah masyarakat tetap memeriahkan hari kemenangan di hari lebaran 1442 hijriah salah satunya dengan melaksanakan pawai obor. Hal itu dilakukan untuk menjaga tradisi atau adat lokal saat menyambut hari raya.

Selain untuk menjaga tradisi lokal, pawai obor juga sebagai ungkapan rasa syukur oleh seluruh umat muslim.

Sempat mengalami larangan dari pihak kepolisian, namun di beberapa titik lokasi dari organisasi tetap meramaikan malam idul fitri 1442 hijriah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh,  sejumlah masyarakat Desa Majau, Desa Sindang Hayu, Desa Sodong Kecamatan Saketi tetap melaksanakan pawai obor.

Hal itu memberikan nuansa religius yang hidup di masing-masing lingkungan, juga mencirikan kota santri di Kabupaten Pandeglang.

Salah seorang inisiator pawai obor Desa Majau, Mukhriz Fauzi mengatakan, pawai obor untuk meramaikan agenda tahunan.

“Yang jelas pawai obor ini tidak ada hukum yang memerintahkan, juga tidak ada larangan, hanya saja ingin meramaikan suasana hari raya idul fitri,” kata Fauzi, Rabu (12/5/2021)

Di lokasi yang berbeda, inisiator pawai obor di Desa Sodong, Deni mengatakan, pawai obor menjadi pernak pernik hari raya idul fitri.

“Rasanya kalau malam takbir tidak ada pawai obor dan takbir keliling itu kurang lengkap, makanya kami tetap melaksanakannya,” ujarnya.

Sementara itu, inisiator pawai obor Desa Sindang Hayu, Dzikri Purnomo menuturkan, pagelaran takbir keliling dan pawai obor adalah kegiatan positif.

“Justru dengan adanya takbir keliling dan pawai obor ini, kita mengajak masyarakat untuk menggemakan lantunan takbir,” tandasnya.(syam)