Bupati Serang Dorong Sentra Porang Sampai Ekspor

0
28

Serang, Kanalbanten.id/news – Para petani di Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang mampu meraup omset Rp600 sampai Rp700 juta setiap dua musim dari menanam porang. Porang tersebut dijual ke wilayah Jawa Timur (Jatim).

Ketua Kelompok Tani Subur Jaya, Imam Mudin mengatakan, awal mula dirinya budidaya porang pada tahun 2018 dengan luas lahan seperempat hektare. Namun sekarang berkembang hingga memiliki lahan 2 hektar. “Bibitnya gak beli, liar semua,” kata Imam saat ditemui di tempat pengumpulan porang di desanya pada Selasa, 22 Juni 2021.

Seiring berjalannya waktu, kata Imam banyak teman temannya kini yang ikut menanam porang seperti dirinya. Omset dari menanam porang ini setiap dua musim dengan jangka waktu satu tahun lebih bisa mencapai Rp600 juta sampai Rp700 juta.

“Masyarakat banyak yang tanam, hampir 90 persen, ada juga yang cuma ikut ikutan saja. Porang ini dijual ke eksportir di Jawa Timur, ” kata Imam.

Imam menuturkan, tanaman jenis umbi umbian ini dijual Rp50.000 ribu perkilogram untuk bentuk chip jemur dan chip open atau berbentuk keripik, sedangkan yang masih basah Rp4.700 perkilogram.

“Jadi bertani porang ini lebih menguntungkan, cuma ada kesulitan serangan hama jamur, kalau sudah kena iyu bisa hancur, bisa rugi,” tuturnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengakui Kabupaten Serang memiliki potensi agrobisnis melalui tanaman Porang. Bahkan, bisa ekspor ke mancanegara. “Kita ingin punya sentra Porang dan akan kita dorong agar petani juga bisa produksi olahan juga agar bisa memiliki nilai yang besar. Kita bidik hingga bisa ekspor,” kata Tatu saat meninjau tanaman Porang di Desa Sangiang, Kecamatan Mancak.

Dia berharap, petani bisa menjual hasil produksi Porang ke luar negeri. Pasalnya, selama ini Jawa Timur yang mengelola hasil panen Porang dari petani Kabupaten Serang. “Kita pikirkan bersama agar bisa ekspor,” imbuhnya.

Tatu menyebutkan, satu hektare lahan petani bisa menghasilkan 40 ton Porang dalam tujuh bulan dan dalam satu tanaman bisa menghasilkan tiga bibit. “Dan bisa terus berkembang, karena tanaman Porang di luas satu hektare, bisa menjadi bibit lagi untuk tiga hektare lagi,” ujarnya.

Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian agar menyediakan kebutuhan pengembangan tanaman Porang. “Peralatannya seperti pemanas Oven, kalau perlu berikut satu set mesinnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana menjelaskan, saat ini tanaman Porang sudah tersebar di lima Kecamatan. Yakni, Mancak, Padarincang, Gunungsari, Cinangka, dan Pabuaran. “Di Mancak saja ada 132 hektare, kalau semuanya mungkin di atas 250 hektare,” kata Zaldi

Ia menambahkan, pihaknya akan menyatukan seluruh petani porang guna memperkuat produksi di Kabupaten Serang. Hal itu sesuai dengan intruksi Bupati Serang. “Jika produksi sudah kuat, kita akan mencari akses ke eksportir,” ujarnya.[Rls/Ros]